RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya. Namun, pengalaman sosial kita menunjukkan pertumbuhan kesalehan tidak selalu diikuti pertumbuhan kepekaan terhadap penderitaan yang berlangsung di sekitar kita.
Puasa membentuk pengalaman kesadaran yang khas. Tubuh merasakan batas, perhatian menjadi lebih peka, dan realitas kebutuhan manusia tampil lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman lapar dalam puasa membuka perhatian pada kenyataan bahwa kelaparan merupakan bagian dari keseharian jutaan orang.
Pengalaman menahan diri menghadirkan disiplin terhadap dorongan konsumtif dan memperlihatkan bagaimana ego sosial beroperasi pada tingkat kolektif melalui sist....

