KEMENANGAN tipis 1-0 Real Madrid atas Benfica pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions, kemarin, di Lisabon, Portugal, ternoda dugaan isu rasisme. Pemain Madrid, Vinicius Junior, diduga mendapat ujaran rasisme.
Pemain asal Brasil itu menjadi penentu kemenangan Los Blancos lewat gol indah pada awal babak kedua. Ia melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut atas gawang Benfica. Namun, selebrasi tarian yang dilakukannya di depan pendukung tuan rumah berujung kartu kuning dari wasit Francois Letexier.
Situasi memanas ketika pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terlihat menutup mulut dengan jerseinya sambil berbicara ke arah Vinicius. Tak lama kemudian, Vinicius menghampiri wasit dan sambil menunjuk Prestianni, mengindikasikan dirinya disebut mono

