HIBURAN

Seni, Musik, dan Model Ekonomi Alternatif

Min, 14 Sep 2025

EKSODUS musisi yang mundur dari gelaran festival musik Pestapora 2025 pada awal September akibat keterlibatan sponsor tambang PT Freeport Indonesia membuka mata masyarakat bahwa sumber daya ekonomi sebuah peristiwa seni budaya memang jarang dibicarakan. Akibatnya, penyelenggara sebuah pertunjukan seni kerap menemukan kerentanan.

Festival musik dengan skala besar dan masif, mau tidak mau harus memiliki sumber daya berkekuatan besar. Hal itu didasarkan pada hitungan untuk menyokong produksi dan proses berlangsungnya acara. Menggaet sponsor menjadi jalan utama untuk memodali berkesenian dalam model industri saat ini di Indonesia. Efek Rumah Kaca (ERK) ialah salah satu grup band yang turut mundur dari Pestapora 2025 pada hari ketiga. Grup band tersebut dapat jatah dua kali manggung pada hari pertama dan ketiga.

Obrolan ramai soal sokongan Freeport dalam Pestapora 2025 baru terungkap pada ujung hari pertama penyelenggaraan. ERK pun dengan tegas memutuskan mundur lewat unggahan yang dipublikasikan di Instagram. Alasannya, ERK lalai dalam proses uji tuntas (due diligence) sehingga tidak menyadari adanya sokongan tersebut. Meski kemudian Pestapora juga segera mengumumkan batalnya kerja sama dengan perusahaan tambang yang mengeruk sumber daya alam Papua, ERK dan sejumlah grup band serta musisi lain tetap menyatakan batal tampil. 

SHARE THIS

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement