KETUA Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar Anak Agung Ketut Sudiana menjelaskan filosofi dasar safari atau pawai ogoh-ogoh di Bali umumnya dan Desa Adat Serangan khususnya perlu mendapat perhatian khusus dari generasi muda Bali.
Makna yang terkandung dalam ogoh-ogoh itu ialah bhuta kala. Bhuta kala artinya simbol kekuatan jahat, kotor, dan sebagainya. Wujudnya menyeramkan, penuh ekspresi kemarahan. "Ini makna yang terkandung dalam ogoh-ogoh. Simbol kekuatan jahat. Pada malam menjelang Nyepi atau malam pengerupukan, simbol kekuatan jahat ini akan diarak dan dimusnahkan, dibakar, dinetralkan kembali, disucikan kembali," ujarnya.
Artinya, ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni atau hiburan semata. Ia merupakan simbol filosofis yang dalam, mencerminkan pergulatan manusia dengan sifat-....

