Pandemi covid-19 menghantam pada awal 2020, turut berdampak pada sumber penghidupan para transpuan yang kebanyakan bekerja di sektor informal. Banyak dari mereka yang ngamen atau membuka usaha salon kesulitan untuk mendapatkan pemasukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, banyak dari mereka belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sehingga sulit terdata sebagai kelompok rentan yang seharusnya mendapat bantuan sosial.
“Dengan melihat situasi tersebut, Yayasan Srikandi Sejati (YSS), organisasi nirlaba yang berfokus mendampingi para waria/transpuan pun berinisiatif menggalang donasi demi pemenuhan bantuan harian,” ungkap Manajer Program YSS Kamel, akses ekonomi transpuan banyak yang terkunci selama pandemi ini.
“Mulanya kami membuka donasi lewat berbagai kanal sosial media yang kami miliki. Dibantu disebar oleh teman-teman jaringan, baik individu maupun lembagi,” ungkap Kamel, saat konferensi video denga....