SASTRAWAN Joko Pinurbo, 59, menyoroti sebuah fenomena unik yang belakangan muncul, yakni tulisan bergaya puitis berseliweran di platform media sosial. Isinya soal percintaan, tulisannya pendek, dan tidak butuh permenungan untuk memahaminya.
Menurut Jokpin, begitu ia kerap disapa, puisi model seperti itu memang banyak. Mudah ditemukan di internet. Puisi cinta yang sifatnya personal, belum menyentuh persoalan sosial. Lalu ada juga yang hanya mencuplik karya seorang penyair dan menjadikannya kutipan. “Sekarang ini juga menggejala sastra quote,” katanya.
Mereka mengenal puisi lewat kutipan, hanya mengambil potongan-potongan baris puisi karya seorang penyair. Mereka, lanjut Jokpin, tidak membaca utuh, tidak perlu melakukan ri....

