NUSANTARA

Sulawesi Jadi Wilayah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Kam, 06 Nov 2025

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Pulau Sulawesi menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara tahunan (year on year/yoy) di antara wilayah-wilayah lainnya di Indonesia pada triwulan III 2025.

Ekonomi Sulawesi tercatat tumbuh sebesar 5,84% yoy, dengan sumber pertumbuhan utama meliputi industri pengolahan, pertanian dan perdagangan.

“Wilayah Sulawesi menunjukkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan III 2025 dibandingkan dengan triwulan III 2024,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Provinsi yang menyumbang sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah ini yaitu Sulawesi Selatan dengan andil pertumbuhan sebesar 2,23%. Selanjutnya, diikuti Sulawesi Tengah (1,85%), Sulawesi Tenggara (0,70%), Sulawesi Utara (0,63%), Sulawesi Barat (0,23%) dan Gorontalo (0,20%).

Adapun Pulau Jawa tetap memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) triwulan III tahun 2025 mencapai 56,68%, dengan provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah DKI Jakarta dengan andil pertumbuhan sebesar 1,38%.

Sumber pertumbuhan utama wilayah Jawa mencakup industri pengolahan, perdagangan dan informasi dan komunikasi. Selanjutnya, ekonomi wilayah Sumatra tumbuh sebesar 4,90%yoy, Bali-Nusa Tenggara 4,71% yoy, Kalimantan 4,70% yoy, serta Maluku dan Papua 2,68% yoy.

Di Bandung, Jawa Barat, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Darwis Sitorus, kemarin, menyatakan pertumbuhan ekonomi Jabar secara kwartal, lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 1,43%. Untuk nilai PDRB Jabar pada triwulan III/2025 mencapai Rp461,90 triliun atas dasar harga konstan atau mencapai Rp759,80 triliun atas dasar harga berlaku. BPS Yogyakarta mencatat perekonomian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan III-2025, yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, mencapai Rp51,97 triliun. Ekonomi DIY ini menunjukkan pertumbuhan yang solid secara tahunan sebesar 5,40% (yon- y) dibandingkan triwulan III-2024.

Sementara itu BPS Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan III-2025 menjadi yang tertinggi pertama se-Pulau Sumatra dan peringkat ketiga tingkat nasional.

Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati mengatakan perekonomian triwulan III-2025 tumbuh sebesar 7,48%, atau meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement