REUNI band-band lama, atau yang sempat hiatus, di panggung musik seperti Synchronize Fest nyatanya juga menggambarkan kebutuhan para promotor festival.
“Mereka (promotor/penyelenggara pertunjukan) butuh diferensiasi. Butuh diferensiasi yang bisa nge-guide si penonton festival. Buat festival sekelas Synchronize dan Pestapora, ini sudah jadi di semacam hidangan utama. Jadi unik. Entah itu reuni atau comeback, bawa setlist album pertama, dan segala macam. Artinya, ada unsur nostalgia, ada unsur merayakan masa lalu, itu jadi hidangan utama,” ujar jurnalis Medcom.id, Shindu Alpito, yang juga pengamat musik dan host siniar Shindu Scoop saat dihubungi Media Indonesia melalui sambungan telepon, Rabu (8/10).
“Belum lagi yang skalanya konser. Secara daftar penampil, sebenarnya mereka juga membutuhkan sesuatu yang bisa ‘dimainkan’ secara gimik demi menambah kesegaran. Untuk itulah, membawa band-band yang telah lama vakum atau format r....

