KEPUTUSAN Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian dinilai sebagai langkah diplomasi berani yang sarat kalkulasi strategis, khususnya terkait dengan perjuangan Palestina. Presiden Prabowo sebelumnya menyebut keikutsertaan Indonesia sebagai kesempatan bersejarah untuk mengambil langkah konkret di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.
Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai keputusan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang visioner.
"Di sini terlihat kualitas Presiden Prabowo Subianto yang visioner. Beliau menempatkan diri dalam sebuah lingkungan yang homogen, yakni sebagian besar pro Israel, takut pada Amerika Serikat, dan cenderung mengikuti arah angin," kata Reza dihubungi Media Indonesia, Sel....

