TRADISI pesta rakyat jelang Ramadan kembali menghidupkan perekonomian di Jawa Tengah. Dua agenda budaya tahunan, dugderan di Kota Semarang dan dandangan di Kabupaten Kudus, menyedot jutaan pengunjung dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di Kota Semarang, suasana kawasan pusat kota berubah sejak digelarnya dugderan pada 7–16 Februari 2026. Area sekitar Alun-alun, Pasar Johar, dan Masjid Agung Kauman dipadati ratusan pedagang dadakan yang menempati kios-kios tenda di Jalan Ki Nartosabdo dan Jalan KH Agus Salim. Beragam dagangan ditawarkan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, pakaian, hingga kebutuhan rumah tangga.
Tradisi dugderan yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu ini menjadi magnet warga Semarang dan daerah sekitar. Sejumlah barang khas yang mulai jarang ditemui kembali hadir, seperti warak ngendok, mainan tembikar, hingga gangsingan. Kehadiran barang-barang khas tersebu....

