PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang perdagangan global dengan kebijakan tarif impornya yang agresif. Sejak April lalu, ia mengumumkan kebijakan bertajuk Hari Pembebasan yang ditandai dengan kenaikan tarif besar-besaran atas berbagai produk dari mitra dagang utama.
Langkah itu awalnya mengguncang pasar keuangan sebelum akhirnya ditunda selama 90 hari untuk memberi ruang negosiasi.
Namun, setelah jeda itu berakhir tanpa banyak kesepakatan berarti, Trump kembali mengancam akan memberlakukan tarif tambahan mulai 1 Agustus. Beberapa tarif yang sudah berlaku, antara lain tarif dasar global 10% atas hampir semua produk impor (kecuali dari Kanada dan Meksiko), 25% untuk produk otomotif dari negara mitra USMCA yang tidak memenuhi syarat, hingga 50% untuk baja dan aluminium. Bahkan, kiriman di bawah 800 dolar AS yang sebelumnya bebas bea kini dikenai tarif 54% SHARE THIS

