Suatu hari di penghujung Agustus lalu, sekitar pukul 08.00 WIB, beberapa orang di desa kaki Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Jawa Barat, sudah berkumpul. Mereka tengah bersiap menerima vaksin covid-19. Hingga pukul 09.00, setidaknya ada sekitar 100 orang. Barulah di jam berikutnya, ada 100 orang lagi, hingga seterusnya berjumlah 500 orang. Keesokan harinya, kegiatan serupa berlangsung lagi.
Kegiatan itu diinisiasi sekumpulan pencinta alam yang tergabung dalam gerakan Mandalangi Bergerak. Sulitnya akses vaksin yang sejauh ini hanya menjangkau di titik-titik perkotaan, menggerakkan hati, pikiran, dan tenaga mereka untuk turut membantu membuka akses vaksin bagi masyarakat di sekitar kaki gunung.
Salah satu kekhawatiran mereka ialah, kelak ketika beberapa gunung di Indonesia telah kembali dibuka untuk pendakian, warga di sekitar kaki gunung bakal rentan terpapar virus akibat lalu-lalang masuknya para pendaki. Para porter, pemandu, juga pemilik warung hingga warga yang menyediakan penginapan, adalah beberapa di antara yang bersinggungan langsung. Sebab itu, Mandalawangi Bergerak berinisiatif mengupayak....