PENYAKIT campak tidak hanya berbahaya lantaran komplikasinya, tetapi juga karena tingkat penularannya yang sangat tinggi. Ketua Jawa Barat dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekaligus anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, menjelaskan bahwa virus campak menyebar melalui udara atau airborne sehingga penularannya sulit dikendalikan apabila cakupan imunisasi rendah.
“Campak itu airborne, via udara. Ada yang batuk, ada yang bersin. Bahkan seperti saya ini bicara, maka si virus itu bisa melayang-layang,” ujarnya, Sabtu (28/2).
Ia mengatakan virus campak dapat bertahan di udara maupun menempel pada permukaan benda hingga lebih dari dua jam setelah dikeluarkan oleh penderita. Kondisi ini membuat risiko penularan meningkat, terutama di....

