HUMANIORA

24,2% Masyarakat Percaya Krisis Iklim Bagian Rekayasa Penguasa Global

Rab, 31 Jan 2024

TINGGINYA misinformasi terkait krisis iklim nyatanya tidak berbanding lurus dengan perhatian masyarakat terhadap isu ini. Namun, penanganan misinformasi krisis iklim menjadi penting agar tidak menghambat upaya mitigasi dari dampak krisis iklim, khususnya di Indonesia sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia yang berperan signifikan terhadap ketahanan iklim dunia.

Survei yang dilakukan Center for Digital Society (CfDS) kepada 2.401 responden dengan komposisi mayoritas perempuan (63,2%), lajang (56,9%), lulusan sarjana (34,7%), dan gen Z (51,6%) menemukan bahwa 24,2% responden percaya bahwa krisis iklim merupakan rekayasa buatan oleh penguasa global. "Masyarakat masih banyak yang percaya pada teori konspirasi global. Mengejutkan juga bahwa sepertiga atau 21,5% setuju dan 11% sangat setuju memiliki persepsi bahwa krisis iklim disebabkan oleh semakin banyak manusia melakukan maksiat dan tidak mematuhi agamanya," papar peneliti CfDS Novi Kurnia.

Tren persebaran misinformasi iklim di Indonesia diakui semakin meningkat dengan adanya jumlah penyangkal krisis ik....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement