TENTARA Amerika Serikat melancarkan invasi ke Kepulauan Marshall di Samudra Pasifik pada 3 Februari 1944 dalam rangkaian ofensif Sekutu untuk menembus pertahanan Jepang di Pasifik Tengah selama Perang Dunia II. Kepulauan strategis ini sebelumnya berada di bawah kendali Jepang sejak 1914 setelah direbut dari Jerman pada masa Perang Dunia I.
Pasca-Perjanjian Versailles, Kepulauan Marshall bersama Kepulauan Caroline dan Mariana diserahkan kepada Jepang sebagai wilayah mandat Liga Bangsa-Bangsa. Namun, setelah Jepang keluar dari Liga Bangsa-Bangsa pada 1933, wilayah-wilayah tersebut dipersenjatai dan dikembangkan menjadi pangkalan militer penting. Hal ini menjadikan Kepulauan Marshall target utama strategi ‘island hopping’ Amerika Serikat.
Invasi AS akhirnya berhasil merebut Kepulauan Marshall dari Jepang, meski dengan korban jiwa yang tidak sedikit. Sekitar 400 tentara AS dilaporkan tewas dalam operasi tersebut. Kejatuhan Kepulauan Marshall memperkuat posisi Sekutu di Pasifik dan membuka jalan bagi serangan lebih lanj....

