NATIONAL Professional Officer Tobacco Free Initiative WHO Indonesia Ridhwan Fauzi mengatakan peringatan bergambar sebanyak 40% pada bungkus rokok belum memberikan efek maksimal menurunkan prevalensi perokok. Oleh karena itu, menurutnya, perlu ada kemasan rokok yang terstandar.
“Orang yang berpikir untuk berhenti merokok setelah melihat peringatan ini juga masih sangat kecil, atau hanya 59,4%. Jadi, masih kurang besar. Orang-orang masih terdistraksi oleh kemasan rokok. Makanya penting ada kemasan terstandar,” ungkapnya dalam Diskusi Publik TCSC-IAKMI di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut, Ridhwan menegaskan kemasan rokok terstandar akan mengharuskan logo industri rokok, warna identik, brand image, dan aspek promosi lainnya dihilangkan. Kebijakan itu, kata dia, telah berlaku di 25 negara dunia. “Tujuan kemasan terstandar untuk mengurangi daya tarik....

