SEPERTI anak pada umumnya, Sofyan Sukmana tumbuh dengan berbagai keseruan pada masa kecilnya. Namun, takdir berkata lain. Saat menginjak usia 15 tahun pada 2004, Sofyan mengalami penurunan penglihatan akibat penyakit tumor saraf di matanya.
“Saat itu saya kelas 3 SMP, bertepatan dengan try out ujian nasional. Soal ujian tampak buram sekali, pilihan jawaban yang saya lingkari jadinya berantakan. Guru saya pun heran. Saya tidak melanjutkan try out lagi,” kata Sofyan.
Sofyan mengaku sempat mengalami mental drop. Terutama, kata dia, pada masa itu Sofyan cukup kesulitan mencari sekolah lantaran sekolah inklusi sangat jarang ditemui. Mengalami cibiran dan stig....

