TES kemampuan akademik (TKA) jadi sarana objektif untuk mengenali keragaman kemampuan murid. Demikian dikatakan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat saat memberikan pesan semangat kepada sekitar 600 murid tingkat sekolah menengah atas (SMA)/madrasah aliah (MA)/sekolah menengah kejuruan (SMK)/ madrasah aliah kejuruan (MAK) dan paket C sederajat yang siap melakukan simulasi program TKA.
“Sejatinya, tidak ada murid yang bodoh. Yang ada adalah murid yang memiliki keragaman kemampuan akademik,” ungkap Atip di acara Diseminasi TKA untuk Pendidikan Bermutu yang digelar di Aula Pesantren Persis 76 Tarogong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, kemarin.
Dia mengungkapkan stigma yang sering muncul ketika murid mendengar kata 'ujian' sehingga memicu rasa cemas pada murid. “Banyak di antara mereka yang merasa tertekan karena ujian dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar, bahkan kadang sebagai penentu masa depan,” jelasnya. “Jangan takut, TKA bukan tentang lulus atau tidak lulus. (TKA) akan menjadi salah satu sarana untuk melihat keunggulan/potensi kalian berada demi mewuj....

