DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menengarai lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2025 banyak terjadi pada industri padat karya, yakni industri pakaian, garmen, dan tekstil.
Sepanjang 2025, sambung Faisal, industri padat karya menghadapi dua masalah utama, yakni banjirnya barang impor, utamanya dari Tiongkok, dan turunnya daya beli masyarakat secara nasional.
"Sebetulnya dari tingkat konsumsi masyarakat untuk pakaian, untuk produk tekstil dan garmen, masih relatif cukup baik pada 2025. Berdasarkan data, cukup stabil, tapi dari sisi suplai, terjadi peningkatan impor yang sangat signifika....

