PERINGATAN hari kelahiran 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya digelar sebagai kesatuan setelah dinamika organisasi yang berkepanjangan.
“Setelah didahului hujan lebat, dan didahului dengan dinamika yang tidak kalah hebatnya, kita rayakan dan peringati harlah ke-100 tahun Masehi sebagai NU yang satu,” tegas Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat peringatan hari lahir (harlah) ke-100 Masehi NU di Jakarta, Sabtu (31/1).
Hanya saja, harlah tersebut tidak dihadiri Rais Am PBNU Miftachul Akhyar dan Sekjen PBNU Syaifulah Yusuf atau Gus Ipul. Dari luar PBNU, kegiatan itu ....

