DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat. Terkini, kebijakan yang datang tiba-tiba, ujug-ujug, membuat masyarakat miskin kehilangan hak berobat, bahkan dalam beberapa kasus mengancam kesempatan hidup.
Itulah yang terjadi ketika kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) makbedunduk dinonaktifkan. Tanpa woro-woro, tanpa sosialisasi yang memadai. Yang bulan kemarin masih aktif, masih bisa berobat, tetiba bulan ini menjadi kartu mati.
Banyak warga miskin baru sadar status BPJS mereka nonaktif justru ketika sudah berada di depan loket rumah sakit. Mereka datang membawa harapan bisa sembuh dari....

