PODIUM

Manzelat-e Iran

Kam, 05 Mar 2026

DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat. Keyakinan satu kepala dipenggal lalu tubuh akan rubuh. Keyakinan tentang bangsa yang akan tiarap hanya karena tanah mereka dihujani bom.

Keyakinan itulah yang kiranya ada dalam diri Amerika Serikat dan Israel ketika menyerang Iran pada Sabtu (28/2). Dalam serangan tanpa persetujuan Kongres Amerika itu, kedua negara pamer kehebatan. Tak kurang dari 30 bom dijatuhkan ke kantor dan kediaman Ayatullah Ali Khameini. Pemimpin tertinggi Iran itu gugur bersama beberapa anggota keluarga. Sejumlah tokoh penting lainnya juga wafat.

Decapitation strike atau serangan pemenggalan. Itulah strategi AS dan Israel. Dengan membunuh pemimpin tertinggi Ali Khameini, mereka percaya akan tercipta kekacauan internal Iran. Logikanya sederhana; tubuh akan ambruk karena tak lagi punya kepala. Rantai komando berantakan, para serdadu kehilangan arah. Namun, sejarah sering kali menertawakan keyakinan yang berlebihan. Realitas kerap mementahkan kesederhanaan yang congkak. Keyak....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement