DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global. Selat Hormuz, koridor energi paling vital di dunia, kini berubah menjadi titik rawan yang memicu kegelisahan pasar.
Ketika Iran melalui Garda Revolusi (IRGC) menyatakan selat tersebut ditutup menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026, pasar energi global langsung bergetar.
Selat Hormuz merupakan arteri utama perdagangan energi dunia. Pada 2025, sekitar 13 juta barel minyak per hari melintasi jalur itu. Angka itu setara dengan sekitar 31% dari seluruh perdagangan minyak mentah yang diangkut melalui jalur laut. Selain minyak, sekitar 20% ekspor gas alam cair (LNG) dunia ....

