TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan. Awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh hampir bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577, sementara Hari Raya Idul Fitri bakal berimpitan dengan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Dari kacamata penanggalan, fenomena itu mungkin hanya sebuah kebetulan. Namun, dari sudut pandang yang berbeda, itu merupakan ujian sekaligus pesan bagi kedewasaan kita dalam berbangsa. Itu ialah momentum penting untuk merayakan toleransi.
Kita diajak menyaksikan bagaimana awal bulan suci bagi umat Islam yang penuh dengan semangat pengendalian diri bersisian dengan tradisi Imlek yang kental dengan harapan dan rasa syukur. Tak lama setelah itu, keriuhan perayaan kemenangan Lebaran yang identik dengan sukacita dan silaturahim harus berbagi ruang dengan....

