KEBIJAKAN pembatasan akses ruang digital bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai tidak akan efektif jika tidak diiringi dengan penyediaan ruang digital alternatif yang aman, edukatif, dan menarik.
"Larangan tanpa substitusi tidak akan berhasil. Kalau kita hanya menutup pintu media sosial tanpa menyediakan ruang digital yang layak, anak-anak akan mencari jalan lain, bahkan bisa berpindah ke platform yang lebih liar dan tanpa perlindungan sama sekali. Itu justru jauh lebih berbahaya," tutur Founder Drone Emprit sekaligus pakar teknologi informasi, Ismail Fahmi, kemarin.
Ia mencontohkan Tiongkok sebagai salah satu negara yang menerapkan kebijakan berlapis, tidak hanya membatasi, tetapi juga menyediakan alternatif. Salah satunya melalui fitur douyin youth mode, yang secara otomatis mengarahkan pengguna di bawah usia 14 tahun ke konten edukatif seperti sains, sejarah, dan museum. Itu pun disertai pengaturan dura....

