SEKITAR 90% kasus strok dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, diet yang tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik.
Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan Eva Susanti mengatakan perlu ada upaya pencegahan faktor risiko terjadinya strok di masyarakat untuk menekan kasus dan angka kematian akibat penyakit itu yang masih tinggi. Hingga saat ini, strok menjadi penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung, baik di negara maju maupun berkembang.
"Di Indonesia strok menjadi penyebab kematian utama, yaitu 19,42% dari total kematian berdasarkan IHME 2019, dan berdasarkan hasil riskesdas prevalensi strok di Indonesia meningkat dari 7/1.000 penduduk pada 2013....

