PADA 20 Maret lalu, seperti tahun-tahun sebelumnya, di Indonesia dan di seluruh dunia, kita telah merayakan Hari Masyarakat Penutur Bahasa Prancis (Frankofoni) Internasional.
Hari itu pertama-tama merupakan hari perayaan bagi para wanita dan pria dari berbagai latar budaya dan bangsa berbeda, yang berbagi bahasa yang sama, bahasa dunia yang digunakan di lima benua, dan yang melindungi keberagaman, yaitu bahasa Prancis.
Ibu kota frankofoni terbesar di dunia bukanlah Kota Paris, melainkan Kota Kinshasa (Republik Demokratik Kongo). Lebih dari 320 juta perempuan dan laki-laki menggunakan bahasa Prancis di puluhan negara yang tersebar di lima benua. Mulai Vanuatu hingga Kanada, dari tepian Sungai ....

