JIKA seseorang mengalami demam, mayoritas penyebabnya ialah infeksi. Mikroba pemicunya bisa berupa bakteri, virus, jamur, atau parasit. Meski relatif jarang, ada kausa demam lainnya. Contohnya respons imun terhadap kanker, atau reaksi idiosinkrasi obat. Sejatinya demam merupakan salah satu bentuk reaksi sistem imun, terhadap substansi yang dianggap berbahaya.
Sistem imun bisa diibaratkan seperti organisasi pertahanan negara. Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jika TNI terdiri atas berbagai matra, lekosit (sel darah putih) tersusun dari beragam elemen proteksi tubuh manusia. Ada yang berperan penting pada pertahanan seluler. Ada pula yang berkontribusi pada perlindungan humoral (larut dalam cairan tubuh). Masing-masing “anggota” lekosit, berfungsi secara spesifik. Contohnya monosit yang merupakan cikal bakal sel dendritik. “Anggota” sel imun itu, memiliki spesifikasi mengidentifikasi berbagai macam zat asing.
Dalam imunologi, sesuatu yang bersifat asing (antigen) akan selalu memicu respons imunitas. Sebaliknya, semua unsur yang merupakan bagian tubuh, dianggap sebagai “teman”. Konsekuensinya pantang untuk diserang. Bahkan harus dilindungi. Sel dendritik kendalinya sangat menentuka....

