BAHASA bukan sekadar alat tutur. Bahasa adalah cermin budi dan adat. Melalui tradisi lisan besesombau, masyarakat Melayu di Tapung menjaga harmoni dan martabat. Di tengah derasnya arus zaman, mereka berikhtiar membangkitkan batang terendam dengan menghidupkan kembali tutur santun yang nyaris terlupa.
Di tengah derasnya modernisasi, tradisi lisan besesombau di kalangan masyarakat Melayu Tapung, khususnya di Desa Sekijang, berdiri sebagai saksi hidup kebijaksanaan masa lalu. Bukan sekadar pidato adat, besesombau juga merupakan seni bertutur yang memadukan etika, estetika, dan filsafat hidup orang Melayu.
Kata besesombau berasal dari sesombau atau sesembahan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ungkapan hormat dan khidmat kepada orang yang dimuliakan. Dari makna inilah tergambar bahwa tradisi ini bertumpu pada penghorm....

