HUMANIORA

Bambu Gila, dari Tarian ke Sastra Anak

Jum, 06 Feb 2026

BAMBU gila, tarian yang sarat dengan unsur mistis dan melibatkan roh halus, telah dikenal sejak masa kolonialisme Portugis. Awalnya, masyarakat memanfaatkan bambu sebagai sarana untuk menggeser perahu kora-kora dari daratan menuju laut.

Sejumlah lelaki dengan jumlah ganjil memegang bambu di sela lengan mereka dan berdiri di bagian belakang kapal. Melalui pembacaan mantra oleh seorang pawang serta penggunaan asap ritual, bambu diyakini memperoleh kekuatan magis untuk mendorong kora-kora. Asap tersebut sekaligus menjadi medium transendental yang memengaruhi pergerakan kekuatan pada bambu.

Selanjutnya kebiasaan itu diadaptasi sebagai sebuah tarian. Tari bambu gila tetap memikat perhatian. Setiap pertunjukan melibatkan seorang pawang yang membacakan mantra guna memanggil dan mengendalikan roh yang dianggap menggerakkan bambu tersebut. Pawang tersebut biasanya membawa kemenyan sebagai media penghubung. Uniknya, mantra bambu gila menggunakan campuran ....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement