AJANG Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2022 yang digelar Kemendikbud-Ristek melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) telah tuntas beberapa waktu lalu. Di antara jajaran pemenang, Ivan Taufiq Nugraha dari program studi paramedik veteriner Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) dinobatkan sebagai Mapres 2022 jenjang diploma.
Pria berusia 21 tahun itu sudah menyimpan mimpi besar untuk menjadi mapres sejak menjadi mahasiswa baru (maba). Tak mudah untuk meraihnya, bahkan kegagalan sempat ia temui.
Bagaimana akhirnya Ivan bisa menggapai impiannya tersebut? Kepada Muda, Ivan bercerita bagaimana jatuh bangun dirinya untuk mencapai predikat mapres, pengalaman dirinya berwirausaha, hingga kunci penting dalam kesuksesannya. Yuk, simak petikan obrolan Muda dengan Ivan via platform Zoom, Rabu (5/10), berikut ini.
Halo Ivan, selamat atas prestasi kamu. Bagaimana, sih, proses seleksinya?
Seleksi mapres dari tingkat IPB cukup panjang, seleksinya dari jurusan kemudian fakultas hingga menemukan perwakilan dari diploma satu orang dan sarjana satu orang. Indikator penilaian ada dua, dari prestasi dan produk inovatif untuk diploma.
Capaian keunggulan atau prestasi ada tujuh bidang, yaitu kompetisi, pengakuan, penghargaan, karier organisasi, hasil karya, pengabdian, hingga kewirausahaan.
Dalam ajang mapres jenjang diploma dan sarjana, dibedakan dalam gagasan kreatif dan produk inovatif. Jenjang sarjana mencari tentang ide terbaru untuk digagas dan dapat diimplementasikan. Yang diploma, harus menciptakan produk inovasi tertentu d....