KETIKA pandemi covid-19 melanda pada awal 2020, dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terpukul. Aktivitas ekonomi mendadak berhenti, pasar-pasar sepi, dan warung-warung yang biasanya ramai pelanggan kehilangan denyutnya. Bagi sebagian pelaku usaha, masa itu seperti mimpi buruk lantaran harus memilih antara menutup usaha atau mencari cara bertahan di tengah keterbatasan.
Kondisi itu juga dialami oleh MZI Snack, sebuah usaha yang dikelola bersama oleh para anggota Rumah Singgah Disabilitas Mandiri. Terlebih, usaha ini menjadi salah satu tulang punggung utama dalam menopang biaya operasional rumah singgah, mulai dari kebutuhan dapur, pelatihan keterampilan, hingga kehidupan sehari-hari para penghuninya.
MZI Snack memproduksi jajanan jadul, seperti onde ketawa, stik bawang, stik keju, dan keripik singkong. Semua itu dibuat oleh tangan-tangan terampil penyandang disabilitas di rumah singgah. Paini, seorang penyandang disabilitas yang juga pendiri Rumah Singgah Disabilitas Mandiri, mengatakan sebelum pandemi, bisnis MZI Snack cukup stabil. “Zaman dulu sebelum covid-19, kita punya 200 warung....

