'SEBUAH negara dapat disebut maju ketika rakyatnya merasa aman dari ketakutan akan jatuh miskin karena sakit. Negara dapat disebut beradab ketika tidak ada seorang pun yang mati karena tidak mampu membeli obat. Dan negara dapat disebut merdeka ketika rakyatnya memiliki kendali atas tubuh dan kehidupannya sendiri'. Itu salah satu ungkapan menohok dari dokter Cashtry Meher, dalam buku Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa.
Dalam balutan sampul hitam dengan goresan tinta emas, buku itu menyajikan kisah perjalanan Cashtry dalam menghadirkan layanan kesehatan ke pelosok negeri. Buku setebal 206 halaman itu merekam potret nyata fasilitas kesehatan di berbagai daerah terpencil yang masih jauh dari kata memadai.
”Misi dan visi dalam buku ini adalah terkait melanjutkan dan memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional khususnya di dalam pembangunan, di dalam pelayanan, dan lain sebagainya, yang dampak yang diberikan harus dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat,” ....

