KETIKA jalan-jalan sepanjang koridor yang menghubungkan kota-desa makin ramai, bahkan macet, sementara kota-kota besar mulai ditinggal penduduknya, maka itulah momen mudik Lebaran. Mudik, yang secara harfiah berarti pulang kampung atau pulang ke udik (desa), adalah sebuah arus mobilitas massal masyarakat pulang ke kampung halaman yang tidak hanya populer di kalangan umat Islam, tetapi telah menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat Indonesia yang multipluralis.
Tidak peduli seberapa lelah dan berapa pun dana yang dikeluarkan, menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, seratus juta lebih penduduk keluar rumah menembus kemacetan jalan untuk dapat kembali ke desa asalnya.
Dari hasil survei yang dilakukan Kemenhub, di tahun 2026 ini jumlah arus mudik Lebaran memang turun 1,75% jika dibandingkan dengan tahun 2025. Di tahun 2026 jumlah penduduk yang mudik dilaporkan sebesar 143,9 juta jiwa. Di tahun 2025, jumlah penduduk yang mudik dilaporkan 146 juta jiwa. Namun, dalam kenyataan arus penduduk mudik di tahun 2026 bukan tida....

