Masalah kekurangan dan distribusi tidak merata terkait dengan dokter, fasilitas perawatan, dan obat di Tanah Air berkonsekuensi pada masalah hidup dan mati.
"Ini bukan hanya soal angka. Ini masalah nyawa, hidup dan mati. Kurangnya dokter di daerah tertentu menyebabkan banyak masyarakat tidak mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Ini adalah masalah yang tidak bisa kita abaikan," kata Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi di Jakarta, kemarin.
Bahkan, lanjut dia, daerah perdesaan sering kali kekurangan peralatan dasar sehingga dokter tidak dapat memberikan perawatan yang memadai. "Banyak obat penting yang persediaannya terbatas sehingga pasien tidak memiliki akses terhadap pengobatan yang mereka perlukan," pungka....