HUMANIORA

Fenomena Solstis Desember tidak Berbahaya di Indonesia

Sel, 20 Des 2022

FENOMENA astronomi yang disebut solstis Desember yang terjadi pada 21 Desember (besok) tidak membahayakan meski ada kecenderungan terjadi peningkatan suhu di bagian selatan bumi. Masyarakat diimbau untuk tidak menelan informasi yang menyesatkan yang tengah tersebar luas di media sosial.

Imbauan itu dikemukakan Peneliti di Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin menjawab adanya kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap fenomena solstis Desember yang merupakan titik balik selatan matahari yang terjadi dua kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember. Pada 21 Desember, posisi matahari di titik paling selatan terhadap ekuator langit.

Andi menjelaskan wilayah selatan Indonesia akan mengalami intensitas radiasi yang cukup besar. Pasalnya, wilayah Indonesia berada 6° LU-11° LS. "Akan tetapi, saat solstis Desember itu hanya berkisar 61-78 derajat. Artinya, intensitas radiasi yang diterima itu sebesar 83%-97% dari intensitas radi....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement