BERDASARKAN data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara global pada 2020 terdapat 2,4 juta bayi meninggal pada bulan pertama kehidupan, dan 23% di antaranya disebabkan oleh birth asphyxia. Di Indonesia, 37% kematian bayi disebabkan asfiksia. Birth asphyxia adalah kondisi ketika otak dan organ bayi mengalami deprivasi oksigen pada periode tepat sebelum, selama, atau setelah proses kelahiran. Asfiksia merupakan efek fisiologis dari hipoksia, yakni kondisi jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen.
Pemantauan SpO2 (saturasi oksigen) janin penting dilakukan untuk mendiagnosis komplikasi terkait hipoksia yang dapat terjadi selama kehamilan, terutama pada Ibu yang mengalami kehamilan berisiko. Hal itu yang menjadi hasil penelitian dari pemenang pertama dari Writing Competition Djarum Beasiswa Plus 2021/2022 kategori eksakta, Najla Riskha Putri Harza, mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
"Jika terdeteksi tepat waktu maka komplikasi hipoksia dapat ditangani secara tepat sebelum menyebabkan kerusakan fisiologis permanen ataupun birth asphyxia," kat....

