OPINI

Hadir untuk Percaya

Sen, 16 Feb 2026

BEBERAPA pekan setelah pembagian rapor, suasana sekolah biasanya dipenuhi senyum lega. Namun, satu telepon pada Kamis pekan lalu membawa gelombang berbeda: keresahan yang mencari tempat berlabuh. Seorang wali murid meminta bertemu. Suaranya bergetar menahan beban yang tak muat disampaikan lewat pesan singkat.

Sebagai unsur pimpinan sekolah, saya memandang wali murid sebagai mitra penting dalam tumbuh kembang siswa. Meluangkan waktu untuk mendengar bukan hanya kewajiban profesional, melainkan juga tanggung jawab moral. Panggilan itu bukan sekadar pertanyaan, melainkan juga luapan kegelisahan seorang ibu yang mencoba memahami ....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement