LAPORAN hasil TKA SMA yang dirilis Kemendikdasmen masih berkutat pada peringkat dan perbandingan antarsiswa, alih-alih menjabarkan capaian kompetensi secara detail sesuai dengan kurikulum. Instrumen penilaian memang sudah berbasis kurikulum, tetapi interpretasi hasilnya terjebak dalam paradigma normatif yang gagal menjawab pertanyaan paling mendasar: kompetensi apa yang sudah dan belum dikuasai siswa?

