DALAM kegiatan ini, masyarakat bukanlah objek pengabdian masyarakat, melainkan subjek yang berperan mengembangkan inovasi teknologi filtrasi air. Masyarakat pula yang aktif berdiskusi dan memberikan banyak data sebelum tim merumuskan jenis teknologi yang diterapkan. Bahkan, teknologi pada awalnya mengalami malafungsi saat menerapkan metode pasir cepat. Air yang sudah difiltrasi tidak mengalami perubahan dari segi kejernihan dan tim harus membawa pekerjaan itu lebih lanjut ke meja laboratorium.
Peran dan inisiatif masyarakat yang terus menjalin komunikasi partisipatif dengan tim menjadikan metode pasir lambat yang ternyata dapat bekerja sesuai dengan harapan. Perlu waktu setidaknya dua minggu untuk bakteri yang tinggal di kulit kerang dapat hidup dan aktif, padahal tim sudah harus kembali sehingga tidak dapat memastikan dan menyaksikan hasil kegiatan secara langsung. Andil masyarakat Telaga Sari yang secara presisi menerjemahkan maksud dari tim peneliti, menjadikan teknologi itu dapat bekerja optimal, yaitu menyaring air kotor akibat partikel tanah mengalami dissolved menjadi air bersih layak guna.
Komunikasi terus berlanjut jarak jauh dan kolaboratif guna memproduksi air bersih layak pakai dalam jumlah besar dan banyak, terlebih untuk tiap rumah tangga dan kepentingan umum. Warga juga berencana untuk memanfaatkan dana desa untuk memperluas penerima manfaat. Meskipun sudah mendapatkan hasil yang diharapkan, sampel air tetap dimasukkan ke Laboratorium Teknik Lingkungan ITB untuk menguji parameter fisik dan kimia untuk....

