OPINI

Idul Fitri Merawat Kemanusiaan Kita

Sel, 17 Mar 2026

SETIAP akhir Ramadan, jutaan orang bergerak mudik ke kampung halaman. Semua orang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Mereka bersalaman, saling memaafkan, dan bersilaturahim. Tradisi itu memelihara nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan bersama: kejujuran, kerendahan hati, dan kesediaan untuk berdamai dengan sesama.

Dalam perjumpaan itulah Idul Fitri memperoleh penguatan makna sosialnya. Karena itu, makna fitri tidak hanya berkaitan dengan kesucian spiritual atau kembali ke fitrah. Ia juga menyentuh pembentukan karakter kemanusiaan, kemampuan untuk menahan diri, menghargai orang lain, dan menjaga keseimbangan hidup. Idul Fitri menjadi pengingat bahwa manusia hidup tidak hanya sebagai individu, tetapi juga makhluk sosial yang bertumbuh melalui relasi, empati, dan tanggung jawab moral.

Di balik keramaian mudik dan tradisi saling memaafkan itu, Idul Fitri sesungguhnya menghadirkan satu momen langka: jeda dalam kehidupan sosial, yakni membuka ruang untuk meninjau kembali cara hidup yang selama ini dijalani, apakah relasi antarmanusia masih dipelihara dengan kehangatan, atau justru sema....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement