WAKIL Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang cukup tangguh untuk merespons gejolak global, termasuk eskalasi geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memicu tekanan di pasar keuangan.
Menurutnya, APBN didesain dengan tiga prinsip utama, yaitu prudent, disiplin, dan fleksibel. "Prudent dan disiplin, kita memastikan bahwa defisit kita di bawah 3%. Debt to GDP ratio sekitar 40%. Masih jauh lebih rendah daripada di undang-undang yakni 60%," katanya, Selasa (3/3).
Adapun aspek fleksibilitas telah memberikan ruang bagi pemerintah untuk menggunakan cadangan fiskal dalam menghadapi gejolak global, baik yang ber....

