KONFLIK Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran berpotensi meluas menjadi konflik kawasan di Timur Tengah. Dampaknya berpotensi mengganggu jalur energi dan perdagangan global, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Selat itu merupakan salah satu bottleneck perdagangan energi dunia karena pasokan 20% minyak dunia melewati wilayah tersebut.
Bagi Indonesia sebagai net importer minyak, tekanan tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi dan mempersempit ruang fiskal apabila harga energi global terkerek naik di atas asumsi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Bahkan jika konflik berlangsung berkepanjangan, dampaknya bakal merembet ke mana-mana.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menerangkan, kerentanan APBN muncul dari beberapa sisi sekaligus. Dampak yang paling terasa, biasanya dari belanja ....

