LUKISAN mahakarya Raden Saleh berjudul Penangkapan Pangeran Diponegoro bertengger tegak di dinding Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Mengambil tempat sejajar lurus dengan pintu masuk, keindahan karya yang lahir pada 1857 itu langsung menarik perhatian. Seolah memanggil untuk dihampiri. Karya itu kini menjadi koleksi Istana Kepresiden Republik Indonesia.
Dalam lukisan itu, Pangeran Diponegoro digambarkan dengan ekspresi tegas dan menantang. Gestur tubuh tegap dan wajah mendongak menjadi simbol perlawanan dan martabat bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Lukisan itu bukan sekadar penggambaran peristiwa penangkapan, melainkan juga menyampaikan pesan keberanian, harga diri, dan penolakan terhadap penindasan.
Tokoh-tokoh Belanda yang terlibat penangkapan digambarkan dengan ukuran kepala sedikit besar dan tubuh kerdil. Itu merupakan sindiran atas otoritas kolonial saat itu. Pengikut Pangeran Diponegoro dilukiskan tampak emosional. Beberapa terlihat menangis dan memegang tangan Pangeran Diponegoro. Namun, bila dicermati, beberapa para pengikut terlihat memegang senjata, seolah....

