Dua lukisan berkesinambungan terpajang tepat di depan pintu masuk ruang galeri Vice and Virtue, Jakarta. Tiap-tiap lukisan berukuran 150 x 125 cm. Keindahan tertampil dari pemandangan padang rumput hijau dengan langit biru serta hewan-hewan langka di dalamnya. Sang seniman seolah memvisualisasikan surga.
Live Forever, karya Prabu Perdana itu memunculkan perasaan tenang dan bahagia saat berlama-lama menatapnya. Pohon besar tanpa dedaunan menjadi objek besar yang terpampang, ranting-rantingnya menjalar menembus batas kanvas, menjadikan dua lukisan itu saling berkesinambungan satu sama lain.
“Lukisan itu judulnya Live Forever, tentang binatang-binatang yang sudah terancam punah, seperti gajah, badak, tapir, dan lainnya. Lukisan ini menggambarkan sebuah alam baru sebagai tempat tinggal mereka. Alam yang mana mereka bisa hidup dengan damai, alam yang membuat mereka bisa hidup selamanya, alam yang tidak ada pembaruan untuk hewan-hewan tersebut. Jadi, singkatnya ini seperti menentang pembunuhan hewan langka,” ujar Prabu kepada Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (13/9).

