SALAH satu modal politik paling penting dalam sebuah pemerintahan demokratis ialah kepercayaan publik. Francis Fukuyama (1995) menyebut kepercayaan (trust) ialah 'pelumas sosial' yang memungkinkan institusi bekerja efektif dan memungkinkan aktor politik memperoleh legitimasi.
Dalam konteks itulah, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dihadapkan pada tantangan tidak mudah. Di satu sisi harus mampu mewujudkan janji politik dan menjalankan program-program populis-strategis, tetapi di sisi lain harus menjaga stabilitas politik sekaligus memastikan agar kepercayaan publik tidak tergerus di tengah tantangan global yang tidak menentu, dan tantangan domestik yang kian kompleks.
Apalagi dalam sejumlah hasil survei disebutkan, preferensi masyarakat pascapandemi mengalami pergeseran dalam melihat para pemimpin mereka. Jika dulu publik lebih tertarik dengan karakter pemimpin merakyat dan religius, pascapandemi masyarakat lebih menginginkan pemimpin dengan tipologi problem solving, yang bisa menyelesa....

