MEMBESARKAN anak berkebutuhan khusus (ABK) seorang diri bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama menyangkut masalah pendidikan. Tantangan yang dihadapi bisa berkali lipat lebih berat dari orangtua biasa.
Hal itu dirasakan betul oleh Sumiati, 52, orangtua tunggal dari Daffa, 17, ABK dengan autisme dan speech delay.
Saat mengenang perjuangannya sendiri menyekolahkan Daffa, Sumiati merasa haru sekaligus bangga. Tidak mudah mencarikan sekolah untuk anaknya. Terlebih ia ingin anaknya bersekolah di sekolah reguler. Sumiati yakin anak semata wayangnya itu punya....

