KOLOM PAKAR

Kompromi Bersyarat Prabowo-Ormas Islam

Sen, 09 Feb 2026

PADA 3 Februari, Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tertutup dengan spektrum organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Negara. Pertemuan diadakan untuk merespons kekhawatiran ormas Islam khususnya, terkait dengan bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) yang diluncurkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, 22 Januari, untuk mengimplementasikan fase ke-2 dari 20 poin rencana pengakhiran perang Hamas-Israel dan rekonstruksi Gaza.

Kekhawatiran itu dipicu struktur BoP yang bersifat eksklusif dan menyimpang dari semangat Resolusi DK PBB 2803, Gaza tidak disebut dalam Piagam BoP dan Palestina tidak disertakan dalam pengambilan keputusan, RI membayar hampir Rp17 triliun untuk menjadi anggota tetap dewan yang ditengarai sebagai proyek pemerintahan neokonservatif AS guna menggantikan PBB yang dipandang tak lagi mendukung kepentingan hegemonik AS untuk Make America Great Again. Dengan kata lain, BoP mendukung kebijakan America First. Berikut, PM Israel Benjamin Netanyahu, pelaku genosida, merupakan bagian dari BoP. Padahal, sejak kesepakatan fase pertama penghentian perang pada 10 Oktober, Israel tidak mematuhinya: bantuan kemanusiaan ke Gaza tetap dibatasi, militer Israel masih terus menyerang penduduk sipil Gaza yang kelaparan, melarang 37 organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Dokter Lintas Batas (MSF), beroperasi di Gaza, bahkan melarang organisasi PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Rekonstruksi Gaza yang dibuat oleh menantu Trump, Jared Kushner, akan melahirkan Gaza baru yang modern, mewah, canggih, dengan resor destinasi wisata air hangat. Pokoknya, proyek ini sama dengan konsep awal Trump untuk menjadikan Gaza sebagai Riviera of Middle East. Karena tidak disebutkan siapa yang akan menghuni Gaza kelak, boleh saja orang menduga BoP merupakan proyek ethnic cleansing Israel. Sebagaimana rencana awal, penduduk Gaza akan dideportasi ke negeri lain. Mungkin ke Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Republik Somalia, ya....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement