HUMANIORA

Kuatkan Ibu Jangan Dilemahkan

Kam, 14 Apr 2022

BELAKANGAN ini banyak muncul kasus ibu yang tega menghabisi anak kandungnya sendiri. Di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, seorang ibu berusia 29 tahun membunuh anak kandungnya yang berusia 2 tahun 10 bulan. Peristiwa itu terjadi pada Februari 2022.

Tidak lama berselang, tersiar kabar seorang ibu di Jember, Provinsi Jawa Timur, tega melempar bayinya yang baru berusia 1 bulan ke dalam sumur. Aksi nekat ini diketahui akibat pelaku dirundung oleh lingkungan sekitarnya karena tidak bisa memberikan air susu ibu (ASI).

Momen persalinan dan pascamelahirkan merupakan fase kritis, bukan hanya bagi kehidupan bayi yang baru lahir, melainkan juga ibu yang harus berjuang secara fi sik dan mental. Fakta ini yang kerap diabaikan oleh banyak orang.

Dari sebuah penelitian, diketahui bahwa sebanyak 1 dari 7 perempuan mengalami depresi atau kecemasan selama kehamilan atau pascamelahirkan. Mereka juga didera kelelahan, gangguan nafsu makan atau tidur, perubahan suasana hati, hingga disfungsi seksual.

Psikolog keluarga Nirmala Ika Kusumaningrum mengatakan perubahan mood dan kecemasan yang meningkat umumnya dialami para ibu yang baru melahirkan.

Namun, ada tanda-tanda bahaya yang harus diperhatikan agar hal itu tidak berubah menjadi depresi hingga muncul keinginan menyakiti sang buah hati.

Sinyal-sinyal bahaya apa yang mesti diwaspadai dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Mari kita simak wawancara wartawan Media Indonesia Dinda Shabrina dengan psikolog Nirmala Ika Kusumaningrum....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement