PADA sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagian umat Islam berkeyakinan akan ada Lailatulqadar. M Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur'an: Tafsir Madhu'i Atas Pelbagai Persoalan Umat (1996) menjelaskan bahwa Lailatulqadar terdiri atas lail dan qadar.
Lail berarti malam, sedangkan qadar memiliki tiga pengertian. Pertama, penetapan dan pengaturan. Lailatulqadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Kedua, kemuliaan. Lailatulqadar adalah malam yang mulia, tiada yang menandingi dan melebihi kemuliaannya. Itulah malam ketika Allah menurunkan Al-Qur'an. Ketiga, sempit. Lailatulqadar adalah malam yang sempit karena para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi.
Lebih lanjut Quraish Shihab menyimpulkan bahwa ketiga pengertian tersebut dapat menjadi benar karena malam itu adalah malam mulia, yang apabila dapat diraih maka ia menetapkan masa depan manusia dan bahwa pada malam itu malaikat....

